Lapangan Sekolah Inovatif Berasa Makkah di Hari Tasyrik

Dok. Daimaini - Prosesi Thowaf dalam Manasik haji sdinovatif


(InnNews) Sekolah Inovatif SD Muhammadiyah 1 Trenggalek menggelar kegiatan manasik haji. Kamis (23/8/2018).

Kegiatan yang baru pertama kali diselenggarakan oleh divisi PHBI sekolah. Bertempat di lapangan sekolah, serta diikuti oleh seluruh siswa dan asatidz. Kegiatan ini merupakan aplikasi materi pelajaran ke-Islaman yang sudah didapatkan di kelas.

Praktik manasik haji bekerja sama dengan KBIH ARMINA Kabupaten Trenggalek milik Persyarikatan. Kegiatan ini atas inisiatif Drs. H. Imam Supandi, M.Pd.I  selaku kepala sekolah sekaligus bagian dari pengurus KBIH ARMINA Kabupaten Trenggalek.

”kegiatan ini harus ada untuk memberikan pemahaman tentang haji dan umroh kepada siswa sekaligus syiar sekolah dan Persyarikatan“ tuturnya.


Alhamdulillah simulasi berjalan baik, seolah-olah berada di Tanah Haram, Mekkah. Ada replika Ka'bah,  tempat miqat, tempat sa'i Bukit Shafa-Marwah dan pakaian ihram yang digunakan peserta maupun asatidz. Pagi itu lapangan sekolah berubah memutih dipenuhi oleh calon jama’ah haji (insyaallah). Kegiatan yang dipimpin langsung oleh petugas KBIH ARMINA kabupaten Trenggalek yaitu Drs. H. Fatkhurrozi dan Drs. H. Syamsuri serta kepala sekolah itu tergolong sukses.

Doa yang dibaca dalam manasik juga dihafalkan seperti doa melihat Ka'bah, doa berangkat haji-umroh, bacaan thawaf, sai, wukuf, jumrah dan lainnya. Para peserta sangat antusias, lebih lebih pada kegiatan thawaf, ketika melempar jumrah dan sa'i. 

Dengan manasik ini siswa lebih mudah memahami materi


”Ini learning by doing, belajar sambil praktik di luar kelas. Sehingga pembelajarannya  sangat menyenangkan, bisa praktik haji dan umroh di luar kelas. Jadi bisa tahu haji dan umroh yang sebenarnya dan bisa paham rukun rukunnya” kata Dzakiy siswa kelas 6a.

Waka Ismuba Kodaryati, S.Pd.I menjelaskan, tujuan dari manasik haji dan umroh  ini adalah "Pertama, pengenalan terhadap haji dan umroh sebagai rukun Islam yang kelima. Kedua, sebagai refleksi sejarah Nabi Ibrahim. Ketiga, memotivasi siswa agar memiliki keinginan berangkat ke Tanah Suci."

Selepas melakukan kegiatan manasik, seluruh siswa makan siang bersama, makan daging kurban yang diperoleh dari para siswa dan wali santri. Alhamdulillah tahun ini sekolah Inovatif bisa berkurban 5 ekor kambing yang dipotong di sekolah dan 1 (satu) ekor kambing kami serahkan ke Panitia Kurban yang ada di lingkungan sekolah. (Fahrurrosi)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Siswa Kelas Lima Bisa Membuat Alat Peraga Pernapasan Manusia

Asyiknya Mencoba “Rangkaian Listrik Seri dan Paralel”

ES LILIN TANPA KULKAS