Mencari Hikmah Dibalik Musibah

Dok. Gempa Bumi di Lombok

MENCARI HIKMAH DI BALIK MUSIBAH
Oleh Ustadz Fahrurrosi
 
Khutbah I:
Assalamualaikum Warahmatullohi Wabarokatuh

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا وَرَسُوْلِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى ا للهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ،
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَتَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا شَدِيدًا ، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِيْ كِتَابِهَ اْلكَرِيْمِ
ظَهَرَ ٱلۡفَسَادُ فِى ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ بِمَا كَسَبَتۡ أَيۡدِى ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعۡضَ ٱلَّذِى عَمِلُواْ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ   أَمَّا بَعْدُ
فإنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الْهَديِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحَدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلةٍ.

Hadirin wal hadirot jama’ah sholat Jumat, yang dimuliakan Allah SWT.
Marilah kita bersama berusaha meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, dalam arti meningkatkan kesungguhan kita untuk melaksanakan perintah-perintah Allah SWT dan menjauhi segala hal yang dilarang oleh Allah SWT. Mudah-mudahan kita senantiasa termasuk golongan hamba yang mendapatkan petunjuk di jalan kebenaran. Amiin

Hadirin Rahimakumullah
Beberapa hari yang lalu, kita dikejutkan dengan musibah, yang menimpa pada saudara kita yang berada di tanah Lombok. Yakni musibah gempa bumi yang berkekuatan dahsyat, sehingga menyisakan puing puing reruntuhan bangunan serta korban jiwa yang amat besar. Dan kini seluruh penduduk negeri ini tertuju pada tragedi yang berada di tanah Lombok. Seluruh ummat manusia bersatu padu memanjatkan keselamatan untuk saudaranya, memberikan segala bantuan untuk meringankan apa yang sudah terjadi. Termasuk di sekolah kita ini, melakukan penggalangan dana serta do’a untuk tanah Lombok.

Hadirin Rahimakumullah
Memang akhir akhir ini, banyak sekali musibah yang melanda negeri kita. Dari terjangan tsunami, amukan angin topan, banjir bandang, tanah longsor, hingga gempa bumi dan jebolnya tanggul-tanggul penahan air. Sehingga alam seolah begitu murka dengan keserakahan umat manusia yang dengan rakus mengeksploitasinya tanpa henti.  Dan setidaknya, dari beberapa peristiwa ini kita dapat memetik hikmah. Mengapa musibah selalu saja menimpa?. Para ahli geologi, mengatakan, “Ini hanya peristiwa alam biasa yang seharusnya terjadi.” Mungkin para dukun juga akan mengatakan, “kejadian-kejadian tersebut adalah penanda pergantian zaman.” Namun yang demikian adalah pendapat, yang boleh-boleh saja, jika kita percaya, namun tidak wajib kita imani.

Hadirin yang dirahmati Allah
Terlepas dari segala anggapan manusia tentang musibah, dalam pandangan al-Qur’an, musibah-musibah adalah merupakan ketentuan yang telah digariskan oleh Allah SWT. Taqdir yang telah digariskan oleh Allah SWT. Sebagaimana firman Allah dalam surat at-Taubat ayat 51:

قُلْ لَنْ يُصِيْبَنَا إلاَّ مَا كَتَبَ اللهُ لَنَا هُوَ مَوْلاَنَا وَعَلَى اللهِ فَاْليَتَوَكَّلِ اْلمُؤْمِنُوْنَ
Katakanlah: Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakkal”

Pada ayat ini, Allah menegaskan bahwa, setiap peristiwa yang terjadi semuanya telah digariskan Allah. Dan hanya kepada Allah, kita berlindung. Lalu mengapa Allah menimpakan bencana kepada umat-Nya? Umat yang mengimani dan menyembah-Nya dalam ajaran yang benar dan hak? Mengapa bukan orang-orang kafir saja yang ditumpas dengan bencana? Jawabnya adalah, karena di balik setiap takdir, pastilah terdapat makna yang tersembunyi. Termasuk dalam musibah yang melanda teman kita di lombok. Dan bagi teman kita yang tertimpa musibah namun masih hidup, setidaknya dapat memetik hikmah atas apa yang menimpa mereka. Mereka yang lolos dari bencana adalah orang-orang yang beruntung karena masih sempat ditegur oleh Allah SWT. Mereka yang lolos masih diberi kesempatan oleh Allah untuk memperbaiki kualitas ketaqwaan, keimanan dan hidupnya. Mereka masih sempat meminta ampunan kepada Allah SWT atas segala kesalahan serta masih bisa berbuat kebajikan sepanjang sisa hidupnya untuk menghapuskan dosa dosanya.Bencana menjadi teguran bagi kita yang selamat, demikian pula bagi kita yang berada jauh dari tempat kejadian. Lalu apa yang harus kita lakukan, bagi kita yang tidak terkena bencana gempa. Kita berkewajiban menolong mereka yang terkena musibah. Kita berkewajiban memberikan makanan dan pakaian serta menolong dengan segenap kemampuan kepada mereka yang kehilangan segalanya. Memberi makan kepada mereka yang kelaparan, memberi pakaian kepada mereka serta memfasilitasi mereka yang kehilangan tempat tinggal. Rasulullah SAW bersabda, ”Barangsiapa melepaskan kesusahan seorang muslim dari kesusahan dunia, Allah akan melepaskan kesusahannya pada hari kiamat; barangsiapa memudahkan seorang yang mendapat kesusahan, Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat; dan barangsiapa menutupi (aib) seorang muslim, Allah akan menutupi (aibnya) di dunia dan Akhirat; dan Allah selalu akan menolong hambanya selama ia menolong saudaranya.” (HR. Muslim)

Hadirin  jama’ah sholat Jumat yang dimuliakan oleh Allah
Bencana juga adalah sebuah teguran dari Allah kepada orang-orang beriman, yang lalai menjalankan perintah-Nya. Peringatan dari Allah ini, sudah seringkali tampak melalui beberapa peristiwa yang serupa.  Yang seringkali melanda negeri ini. Namun selalu saja kita belum bisa memperbaiki diri, sikap dan perbuatan kita. Padahal beberapa musibah yang terjadi ini adalah akibat dari perbuatan dan ulah kita sendiri sebagai bangsa, seperti halnya di sekolah kita, kita wajib menjaga serta merawat sekolah kita, jangan sampai kita lalai karena kesombongan kita.  Seperti membuang sampah sembarangan, tidak merawat taman, juga tidak merawat apa yang kita punya, tidak memperbaiki apa yang kurang sempurna dalam sekolah kita. Maka hal ini tidak boleh terjadi, karena ulah kita sendiri.Semoga kita dapat mensyukuri segala nikmat-Nya yang kita peroleh. Dan semoga Allah menjadikan kita semua orang-orang yang senantiasa berbuat taat dan tunduk kepada setiap perintah Allah SWT dan menjauhi setiap larangan-Nya.

بَارَكَ  لله لِي وَلَكم فِي القُرْانِ اْلكَرِيم وَنَفَعَنِي ِبمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وذِكْرِ اْلحَكِيْم, أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي ولَكُم ولِسَائِرِ اْلمُسْلِمْينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْم


Khutbah II:
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ  اللهُ وأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.
فَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى   وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
 أَمَّا بَعْد

Hadirin  jama’ah sholat Jumat yang Dimuliakan oleh Allah
Marilah kita doakan semoga saudara-saudara kita yang telah dipanggil oleh Allah dalam bencana gempa bumi di Lombok kemarin. adalah meninggal dalam keadaan syahid. Bagaimana pun juga salah satu tujuan Allah mewafatkan mereka dalam bencana adalah untuk mewafatkan mereka dalam kondisi mati syahid. Karena mereka yang meninggal dalam kondisi mati kejatuhan reruntuhan bangunan disaat beribadah serta taat kepada Alloh. Insyaalloh adalah termasuk dalam kategori mati syahid, selama mereka mengalami naza’ nya (syakarotul maut) dengan tetap teguh memegang keimanan kepada Allah SAW. Amin Allahumma Amin

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Ya Allah, kami keluarga Inovatif memohon ampunan, serta maafkan segala dosa dan kekhilafan kami. yang terkadang lalai akan kewajiban kami sebagai umatMu
Ya Allah. berbagai musibah menimpa negeri kami tercinta ini, namun kami hanya bisa memohon perlindungan dariMu. memohon ampunan jika semua ini karena kelalaian kami yang kurang bersyukur dengan apa yang Engkau berikan, yang tidak bisa menjaga apa yang Engkau dititipkan pada kami.
Ya Allah. kami memohon dengan sangat, lindungilah saudara kami yang terkena musibah di Lombok itu. kuatkanlah bathin teman teman kami dilombok, kuatkan iman dan Islam mereka. Semoga mereka diberi ketabahan dalam menghadapi ujian ini dan yang telah tiada semoga ada dalam rahmatMu
Ya Allah. mudahkanlah kami dalam mencapai cita-cita. jauhkanlah kami dari kemalasan belajar, mudahkanlah kami untuk senantiasa hormat dan patuh kepada ayah ibu kami. Semoga Engkau mengabulkan do’a kami

رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِي
وَصَلى الله وسَلم عَلَى مُحَمد تسليمًا كَثيْرًا وآخر دَعْوَانَا لله رَب الْعَالَمي


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Siswa Kelas Lima Bisa Membuat Alat Peraga Pernapasan Manusia

Asyiknya Mencoba “Rangkaian Listrik Seri dan Paralel”

ES LILIN TANPA KULKAS