Awas!! Memanjakan Anak Bisa Membunuhnya

Dok. Humin - Mengerjakan tugas sendiri merupakan bentuk kemandirian

Tahukah kamu kalau memanjakan anak itu malah akan mencelakakan anak itu sendiri?


"Ma, bukuku ketinggalan di rumah, aku dihukum ustadz di sekolah." Tak lama kemudian si ibu datang ke sekolah untuk mengantarkan buku agar putra kesayangannya terlepas dari hukuman.

Satu contoh kasus yang sering terjadi di sekolah. Dengan perlakuan seperti itu, anak tidak bisa menjadi dewasa, anak tidak bisa mandiri, anak tidak bisa berfikir kreatif. Malahan anak akan semakin manja (istilah kerennya ngejebne) karena pasti akan ada yang membantu saat ia dalam masalah.

Maksud orang tua baik karena ingin membantu sang buah hati dalam menyelesaikan masalah. Tapi jika itu terus dan sering dilakukan, tiap kali anak dapat masalah yang seharusnya ia selesaikan sendiri namun orang tua ikut campur, maka secara tidak langsung itu akan membunuh kemandirian anak, anak tidak bisa tumbuh dewasa, anak akan selalu menghadirkan orang tua di setiap ada masalah.

Terus langkah apa yang seharusnya orangtua lakukan jika anak minta bantuan?
Ada beberapa tips yang bisa orang tua lakukan, yaitu:

1. Kenali masalah yang dihadapi anak.

Orang tua harus tahu sejauh mana masalah yang dihadapi anak. Tentunya setiap anak berbeda masalah. Siswa SD tidak sama masalahnya dengan anak usia SMP atau SMA. Dengan mengenali masalah yang dihadapi anak, orang tua akan bisa mencari solusi dari masalah tersebut.

2. Beri pengertian kepada anak tentang masalah yang dihadapi.

Bentuk kepedulian orang tua pada anaknya tidak hanya sekedar memberi materi saja. Tapi perhatian yang cukup akan lebih berarti buat buah hati. Sering-seringlah mengajak buah hati anda untuk ngobrol, menceritakan kegiatannya, beri apresiasi atas karyanya, dan yang sangat penting adalah memberi pengertian akan suatu masalah.

3. Beri ia kepercayaan untuk menyeselaikan masalahnya, tapi tetap pantaulah.

Berilah kepercayaan pada buah hati anda untuk menyelesaikan masalahnya dari tahap yang paling ringan. Meskipun demikian, tetap amati dan pantaulah bagaimana ia menyelesaikan masalahnya. Dan tak lupa beri apresiasi atas usahanya.

4. Latihlah anak untuk bertanggungjawab.

Latihlah buah hatimu untuk memikul tanggungjawabnya sendiri. Tanggungjawab yang sesuai dengan tingkatannya. Merapikan tempat tidur adalah salah satu contoh tanggungjawab yang bisa dilatih sejak dini.

Semoga beberapa tips ini bermanfaat. (Ikhsan)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Siswa Kelas Lima Bisa Membuat Alat Peraga Pernapasan Manusia

Asyiknya Mencoba “Rangkaian Listrik Seri dan Paralel”

ES LILIN TANPA KULKAS