Peringati Hari Pahlawan, SD Muhammadiyah 1 Trenggalek TampilkanTeatrikal Pertempuran Surabaya

HumIn. Teatrikal Siswa Inovatif saat meringkus para penjajah
Bismillahirrahmanirrahiim, Merdeka, merdeka, merdeka!
Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah,
yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih.
Maka selama itu tidak akan, kita mau menyerah kepada siapapun juga

InNews. 11/11/19- Itulah sebait puisi  yang disampaikan oleh ananda Adit siswa kelas lima SD Muhammadiyah 1 Trenggalek. Pekikan suara yang keras, membakar semangat teman-temannya untuk dibawa ke suasana pertempuran Surabaya. Sambil menirukan suara Bung Tomo. Diiringi instrumen gugur bunga semakin menambahkan susana flash back pada peristiwa 10 Novenber 1945.  Sontak seluruh peserta bertepuk tangan sekaligus kaget, karena penampilan ini merupakan surprise dalam kegiatan ini. 

Dalam akhir penampilannya Adit si bocah kecil meneriakkan Takbir. Sebagai penutup puisi pertamanya.

Usai membacakan puisi pertama, muncullah teatrikal siswa kelas empat. Diawali dengan drama kedatangan sekutu yang tiba-tiba membombardir kota Surabaya. Kedatangan sekutu disambut dengan semangat juang arek-arek Suroboyo yang tak gentar menerima serangan bom dan senapan. Dengan senjata bambu runcing, arek-arek Suroboyo membalas serangan itu. Lapangan Kodim 0806 membara dengan teriakan para pejuang Inovatif layaknya Kota Surabaya saat itu. 

Efek suara perang yang apik dimainkan oleh operator kondang -Rudianto- menambah serunya suasana, termasuk petasan smoke (petasanasap) dan sound system yang memberikan efek seakan benar-benar dalam pertempuran. 

https://www.youtube.com/watch?v=cCe7k95h3iQ&t=6s

Dengan semangat gelora di dada, bambu runcing di tangan mampu memukul mundur tentara Inggris yang dipimpin oleh Jendral MallabyArek-arek Suroboyo akhirnya memenangkan pertempuran 10 November 1945 dan dikenal sekarang dengan Hari Pahlawan. 
Zero dan pemain lainnya merasa senang karena terlibat langsung dalam kegiatan ini, “asyik ustadz, ngitung dolanan tembak-tembakan tenanan” ujarnya. 



Di akhir cerita, dengan banyaknya korban yang jatuh dan juga tawanan perang yang berhasil diringkus oleh arek-arek Suroboyo, Adit membacakan puisi penutup dengan iringan Lagu Gugur Bunga. Kesedihan begitu terasa saat puisi itu dibacakan. 

Di akhir persembahan, Tania-siswi kelas lima-menyanyikan lagu gebyar-gebyar yang diikuti oleh seluruh siswa. Dengan semangat pahlawan, mereka (siswa) menyanyikan lagu ciptaan Gombloh dengan penuh semangat dan bersama-sama.
Rangkaian kegiatan peringatan hari pahlawan ini dihadiri langsung oleh Komandan Kodim 0806 Letkol Infantri Dodik Novianto S.Sos. Dalam sambutannya beliau menyampaikan kepada seluruh siswa agar lebih giat belajar. Ia mengatakan "andalah (siswa) pahlawan masa kini dan yang akan datang”. Tak lupa juga hadir Bapak Mesran Santoso selaku Ketua Legium Veteran Cabang Trenggalek. Beliau bercerita secara langsung di hadapan siswa tentang peristiwa pertempuran yang dialaminya.
 
https://www.youtube.com/watch?v=cCe7k95h3iQ&t=6s 

Penulis: Fahrurrosi
Editor: Jun Ikhsan




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Siswa Kelas Lima Bisa Membuat Alat Peraga Pernapasan Manusia

Asyiknya Mencoba “Rangkaian Listrik Seri dan Paralel”

ES LILIN TANPA KULKAS