Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2020

Anak Berbakat dan Bertalenta

Gambar
Richard L Arends adalah profesor Kepemimpinan Pendidikan dan Dekan Emiritus di Universitas Negeri Connecticut Pusat di jurusan Pendidikan dan menjabat dalam bidang Permasalahan Akademis dari tahun 1991 hingga 2004. Dalam bukunya yang berjudul Learning To Teach dan diterjemahkan oleh Made Frida Yulia beliau menjabarkan banyak permasalahan dalam pendidikan salah satunya adalah tentang anak berbakat dan bertalenta. Berbagai macam pro dan kontra terjadi dalam beberapa tahun belakangan tentang perlunya kelas khusus untuk siswa berbakat dan bertalenta. Beberapa pemikir pendidikan meyakini bahwa menyediakan kelas khusus untuk anak anak dengan kemampuan lebih adalah hal yang elitis serta tidak demokratis. Mereka yakin yang lebih diutamakan perkembangannya adalah siswa siswa yang kurang  baik dalam pemahamannya. Kenyataan juga membuktikan bahwa di sekolah banyak siswa siswa berbakat dan bertalenta tapi tidak diketahui (Gallagher& Gallagher 1994: Winner 2000). Siswa siswa yang tidak diketahu

Siswa Disabilitas dalam Kelas Reguler. bag 2

Gambar
Robert juga menjelaskan Individuals with Disabilities Education Act ( IDEA ) atau Undang Undang Pendidikan untuk Individu dengan Disabilitas mendasarkan pada empat pemikiran sebagai pijakan. 1.         Para siswa seharusnya dididik dalam lingkungan yang bersifat membatasi . 2.       Anak-anak berkebutuhan khusus seharusnya memiliki rencana pendidikan yang terindividualisasi (individualized education plan). 3.       Prosedur evalusi seharusnya adil dan tidak diskriminatif.   4.       Hak-hak anak dijamin melalui proses yang tepat. Poin kata-kata bersifat membatasi memberikan arti bahwa anak-anak dengan disabilitas sedapat mungkin dimasukkan ke dalam lingkungan kelas-kelas reguler. Siswa dengan disabilitas dalam bentuk fisik, emosi dan belajar sangat ringan diberikan kesempatan untuk berbaur secara penuh, mengikuti kegiatan sampai akhir pelajaran. Sedangkan anak-anak dengan disabilitas lebih serius sebaiknya mendapatkan bimbingan berupa bantuan ekstra dari pendidik khusus ket

Siswa Disabilitas dalam Kelas Reguler

Gambar
Wikipedia mengungkapkan difabel (difable-different ability) dan disabilitas memiliki makna yang agak berlainan. Difabel didefinisikan sebagai seseorang yang memiliki kemampuan dalam menjalankan aktivitas berbeda bila dibandingkan dengan orang orang kebanyakan, serta belum tentu diartikan sebagai “cacat” atau disabled. Sementara itu disabilitas didefinisikan sebagai seseorang yang belum mampu  berakomodasi dengan lingkungan sekitarnya sehingga menyebabkan disabilitas. Seperti anak anak yang lain mereka memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam pendidikan. Lembaga-lembaga pendidikan umum sering kali menerima siswa dengan ketidakmampuan atau disabilitas. Beberapa lembaga pendidikan memasukkan mereka kedalam kelas reguler tanpa ada perlakuan khusus. Pengelola lembaga seringkali tidak memiliki panduan khusus dalam mendampingi siswa dengan ketidakmampuan ini. Siswa siswa ini harus memiliki panduan yang disebut IEP atau Individual Education Plan, tidak dibiarkan saja berbaur. Beberapa siswa