Geliat Kompetisi di Masa Pandemi

 

Geliat Kompetisi di Masa Pandemi

 

            Sejak pandemi, siswa-siswi di SD Muhammadiyah 1 Trenggalek tidak banyak mengikuti kompetisi, utamanya olimpiade. Perlombaan yang mereka ikuti terbatas pada lomba tingkat sekolah atau kabupaten, seperti lomba tahfidz antar sekolah Muhammadiyah di Trenggalek, lomba semarak Bulan Bahasa, serta lomba Agustusan (lomba dekorasi teras/halaman bersama keluarga dan lomba puisi virtual).

            Kali ini (24 November 2020), perwakilan siswa-siswi SD Muhammadiyah 1 Trenggalek kembali berkompetisi di Tingkat Nasional. Kompetisi yang diikuti adalah Olimpiade Sains Angstrom 2020. Olimpiade ini diselenggarakan oleh Lembaga Pusat Pelatihan, Pengembangan, dan Penelitian Pendidikan Indonesia. Mereka bersaing dengan 105 peserta lain dari seluruh Indonesia yang dilaksanakan secara online.

            “Tujuan utama mengikuti olimpiade ini adalah mengobati kerinduan anak-anak dengan kegiatan pembimbingan yang dilakukan di sekolah, bertemu dengan teman-teman, dan kembali mengikuti perlombaan”, begitulah yang disampaikan Fahrurrosi, koordinator bidang kesiswaan.

            Sebelum melaksanakan olimpiade ini, 12 siswa-siswi yang diambil dari perwakilan kelas 4, 5, dan 6 telah mengikuti pembimbingan, baik secara online maupun offline. Pembimbingan secara online dilaksanakan melalui Google Meet dan WhatsApp, sementara pembimbingan secara offline dilakukan di sekolah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Kegiatan pembimbingan dilakukan kurang lebih satu bulan sebelum pelaksanaan olimpiade. Harapannya dengan dilakukan pembimbingan ini, siswa-siswi bisa lebih memahami materi yang dilombakan.

Materinya cukup beragam, antara lain keterampilan dan metode ilmiah; pengklasifikasian makhluk hidup berdasarkan anatomi, sistematik, dan habitat; proses dan mekanisme yang terjadi pada makhluk hidup; interaksi organisme dengan lingkungan dan informasi mengenai hewan langka; isu perkembangan teknologi dan permasalahan tentang kesehatan lingkungan dan teknologi; mekanika; wujud benda; listrik dan magnet; gelombang dan optik; suhu dan kalor; energi dan perubahannya; serta bumi, tata surya, dan antariksa.

Materi tersebut notabene belum diajarkan di sekolah secara penuh, sehingga siswa-siswi dianjurkan untuk mengikuti bimbingan secara rutin, sehingga bisa mencapai hasil yang memuaskan. Selama kegiatan pembimbingan, siswa-siswi sangat antusias dan aktif dalam mempelajari materi olimpiade.

Karya Ustadzah Eka




Komentar

  1. Terimakasih ustadz dan ustadzah atas bimbingan selama ini dengan penuh kesabaran dan dedikasi. Smg kebaikan ustadz dan ustadzah dibalas Alloh SWT. Aamiin

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Siswa Kelas Lima Bisa Membuat Alat Peraga Pernapasan Manusia

Asyiknya Mencoba “Rangkaian Listrik Seri dan Paralel”

ES LILIN TANPA KULKAS