Kajian Muharram

Kajian Muharram dalam rangka menyambut tahun baru Hijriyah digelar di mushala SD Muhammadiyah 1 Trenggalek (Jumat, 13 Agustus 2021).

Acara yang bertema "Tahun Baru Hijriyah: Momen Evaluasi dan Refleksi Diri untuk Menjadi Insan yang Lebih Baik" ini diselenggarakan dengan mengundang Drs. Wicaksono, M.Pd.I.

"Kegiatan ini bisa disaksikan juga secara live di YouTube SD Inovatif, sehingga dapat juga diikuti oleh murid dan wali murid dari rumah", tutur Bapak Ikhsan, kepala SD Muhammadiyah 1 Trenggalek.

"Bulan Agustus kali ini spesial. Sebab, pada bulan ini bertepatan dengan 2 hari istimewa sekaligus, yaitu tanggal 1 Muharram dan 17 Agustus", ucap Bapak Wicak di pembukaan penyampaian materi. 

"Marilah di momen istimewa ini kita bertafakkur, merenungi ayat-ayat Allah sebagai sarana belajar dan mengambil ibrah.", Bapak Wicak melanjutkan.

Beliau melanjutkan, marilah kita merenungi QS. Yusuf:111, yang artinya "Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman."

"Kisah-kisah tersebut memiliki banyak fungsi. Mari kita jadikan ibrah (ibarat/permisalan) untuk kehidupan di saat ini", demikian ajakan beliau.

Bulan Muharram adalah bulan pertama Hijriyah, yang diambil dari awal mula hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Kota Makkah ke Madinah.

Beliau kemudian menceritakan kisah perjalanan Rasulullah selama hijrah.

"Dikisahkan bahwa hijrahnya Rasulullah SAW menyebabkan kebencian orang kafir Quraisy di Makkah. Mereka berupaya keras untuk membunuh Rasullullah. Rumah beliau dikepung oleh musuh", terang beliau.

"Namun, rencana orang kafir dibocorkan oleh Allah SWT. Ali bin Abi Thalib mengganti Rasulullah SAW di tempat tidurnya. Lalu Nabi Muhammad memberi tugas pada Abdullah bin Abu Bakar untuk mematai orang kafir Makkah yang akan membunuh Nabi. Asma binti Abu Bakar menyediakan perbekalan. Abu Bakar setia mendampingi Rasulullah SAW selama perjalanan dari Makkah ke Madinah.", lanjut beliau.

Inilah kisah dramatis yang membutuhkan perjuangan dan pengorbanan yang hebat. Dengan melihat penderitaan Nabi secara jasmani dan rohani ini terdapat ibrah. Dan dari kisah inilah kita belajar pentingnya berorganisasi dan bekerja dalam tim yang solid.

Dalam kehidupan kita membutuhkan organisasi dengan pemimpin dan makmum yang terbaik.

Beliau melanjutkan penuturannya, "Nabi Muhammad adalah pemimpin terbaik. Maka jadilah kita seperti beliau, yaitu pemimpin yang berkarakter."

"Nabi Muhammad gampang merasakan penderitaan orang lain, memilliki simpati dan empati yang tinggi. Rasulullah SAW penyantun dan penyayang terhadap mukmin", terang Wakil Bidang Tarjih PDM Trenggalek ini.

"Maka sudah selayaknya kita mencontoh beliau. Menjadi guru yang memiliki kedekatan hati dengan murid dan guru lain. Memiliki tujuan supaya anaknya baik, punya masa depan, dan siap bersaing.", demikian ajak beliau.

Kemudian beliau berpesan 3 hal kepada peserta kajian, yaitu jangan mengeluh, jangan sembrono, dan jangan membuat celaka orang lain.

Marilah kita jadikan bulan Muharram sebagai momen untuk memperbaiki diri dan menjadi insan yang lebih baik lagi. (Eka Imbia Agus Diartika)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Siswa Kelas Lima Bisa Membuat Alat Peraga Pernapasan Manusia

Asyiknya Mencoba “Rangkaian Listrik Seri dan Paralel”

ES LILIN TANPA KULKAS