ANAK YANG UJIAN JANTUNG BUNDA DAG DIG DUG DER

Kepala Sekolah menyampaikan pesan kepada para siswa yang akan mengikuti ujian

SD Muhammadiyah 1 Trenggalek (SD Inovatif) menggelar ujian tahfidz terbuka, Sabtu 29 Januari 2022.

Pagi yang cerah di atas lagit gedung SD Inovatif yang megah dan seakan tampak awan menggelayut tanpa arah. Mungkin itu yang bisa digambarkan pada suasana hati para siswa/i yang sedang mengikuti ujian tahfidz begitu juga orang tua. Ada perasaan tegang ataupun cemas, ada pula yang sangat bahagia karena sudah tuntas hafalannya pada juz 30.
Ujian kali ini terkonsep berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yang kali ini digelar secara terbuka dan disaksikan langsung oleh wali murid (orang tua masing masing peserta). Dan yang paling menegangkan adalah siswa yang diuji diambil secara acak kemudian diberi pertanyaan langsung oleh Anang Wahid selaku direktur utama Pondok Pesantren MBS Trenggalek. Alhamdulillah dari pertanyaan sambung ayat itu tidak semudah yang kita bayangkan memang, pasti segala rasa menjadi rasa nano-nano ada dalam diri. Maklum mereka diuji didepan orang tua dan live on you tube melalui channel sekolah.
Hildin Zira putri Salmet misalnya, meski sudah merasa hafal dan siap, namun didepan para penguji dan orang tua merasa ngeblank. Bukan tidak hafal melainnkan nada yang disampaikan oleh Anang Wahid jauh berbeda dengan yang biasa dipakai oleh anak-anak. Dan cenderung berubah-ubah nada (sengaja mungkin) . Selanjutnya yang biasa dipakai anak anak adalah nada hijaz. Namun Hildin Zira mempunyai trik agar tidak terpengaruh nada penguji, yaitu setiap mengawali sambungan ayatnya diawali bacaan ta’awuud.
Tidak berhenti disitu tantangannya. Orang tua siswa dipanggil maju kedepan satu persatu untuk menyaksikan putra putrinya dalam ujian tersebut. Para orang tua merasa surprise dan kaget mendengar dipanggil kedepan, beliau mengaku takut dan malu jika anaknya tidak bisa menjawab. Namun berkat kerja keras putra-putrinya dalam menghafal al-qur’an, akhirnya berbuah kebanggaan.
Di sela-sela pertanyaan, Anang Wahid menyampaikan pesan dan motivasi bagi peserta dan orang tua. Bagi peserta agar terus menambah dan menjaga hafalannya yang sudah dicapai, sedangkan bagi orang tua diminta terus mendukung untuk menjaga hal tersebut. Dan beliau juga menyampaikan bahwa, sangat tepat putra putrinya untuk disekolahkan di SD Muhammadiyah 1 Trenggalek, karena di sekolah ini diajarkan ilmu pengetahuan umum dan ilmu pengetahuan agama secara seimbang, imbuhnya.
Lain halnya dengan Isabela Duane Putri, putri dari Widiyanti. Yang pencapaiaan hafalannya sangat membanggakan. Menbanggakan karena Isabela merupakan siswa pindahan dan baru bergabung dengan SD Inovatif dimasa-masa pandemi. Isabela juga didaulat untuk maju kedepan guna mendapatkan pertanyaan tantangan. Lagi-lagi merupakan surparise bagi ibundanya (Widiyati), karena tidak menyangka mendapatkan kesempatan yang luar biasa ini. Widiyati mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah dan bangga terhadap prestasi putrinya yang dicapai selama ini, SD Muhammadiyah 1 Trenggalek (SD Inovatif) merupakan sekolah yang sangat tepat dan patut dibanggakan, imbuhnya.
Junianto Iksan selaku kepala sekolah menyampaikan hal senada dengan pesan yang disampaikan oleh Anang Wahid kepada siswa dan wali murid, yaitu senatiasa menambah dan menjaga hafalannya. yang sesuai dengan tema ujian tahfidz kali ini yaitu “Al-Qur’an itu mulia dan menghafalkan Al-Qur’an adalah kemulian, maka untuk menghafal tidak bisa dicapai dengan cara mudah, perlu perjuangan”. Beliau juga menyampaikan terimakasih kepada para wali murud yang telah ikut membantu membimbing putra putrinya hingga jauh pada tahapan ini. (De_rose) 




Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer